EVALUASI DAMPAK INTERVENSI GIZI TERHADAP PENURUNAN PREVELENSI STUNTING DI BIAK PAPUA PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH PROGRAM
DOI:
https://doi.org/10.24036/ikeor.v4iNo.1.736Abstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah timur
seperti Papua. Intervensi gizi menjadi salah satu strategi utama untuk mengatasinya, namun evaluasi
efektivitasnya di tingkat lokal masih diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas
intervensi gizi terhadap perubahan status antropometri balita di Kabupaten Biak Numfor. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test dengan sampel 22 balita berusia 25-59 bulan yang
dipilih secara purposive. Intervensi yang diberikan berupa pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi,
dan pemantauan tumbuh kembang selama periode Juni-Juli 2023. Data berat badan (BB) dan tinggi badan
(TB) diukur sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji
Paired Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata BB meningkat dari 10,50 kg menjadi 10,69
kg dan TB meningkat dari 77,55 cm menjadi 80,05 cm. Namun, analisis statistik menunjukkan perubahan
tersebut tidak signifikan untuk BB (p=0,068) dan TB (p=0,214). Effect size (Cohen’s d) berada pada kategori
kecil. Kesimpulan: Intervensi gizi jangka pendek menunjukkan arah perubahan positif pada status
antropometri balita, tetapi belum menghasilkan perbaikan yang signifikan secara statistik. Diperlukan durasi
intervensi yang lebih panjang dan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mencapai dampak yang
optimal.

