Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata Sumatera Barat

Authors

  • Rino Warisman Putra Universitas Negeri Padang
  • Muhammad Sazeli Rifki Universitas Negeri Padang
  • Nugroho Susanto
  • Sonya Nelson

DOI:

https://doi.org/10.24036/ikeor.v3iNo.%205.227

Abstract

Abstract

The problem in this study is seen from the lack of participation and activeness of journalists in reporting tourism sports events in West Sumatra, this has an impact on public knowledge in recognizing what types of tourism sports are, considering that West Sumatra has a very supportive landscape for holding tourism sports events. The type of research is qualitative research. Qualitative research will produce descriptive data in the form of interview results with relevant sources narrated in the research results. With a qualitative

 

approach, it is expected to reveal comprehensive facts about the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra. The research was conducted in three news agencies, namely Langgam.id, Klikpositif.com, and Harian Singgalang. The research findings revealed the lack of journalist participation in the development of West Sumatra sports tourism due to the lack of relations between West Sumatra journalists and the agencies that oversee sports tourism. Meanwhile, the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra is as a disseminator of actual and in-depth information to the public about sports and tourism.

Keywords: The Role of Journalists, Development of Sports Tourism, West Sumatra

Author Biographies

Muhammad Sazeli Rifki, Universitas Negeri Padang

Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata

Sumatera Barat

 

Rino Warisman Putra1, Muhamad Sazeli Rifki2, Nugroho Susanto3, Sonya Nelson4

1Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

2Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

3Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

 

*Coresponding Author E-mail: rinowarisman1945@gmail.com, msrrifki@fik.unp.ac.id, nugrohosusanto@fik.unp.ac.id, sonyanelson@fik.unp.ac.id

Received: Oktober 2023, Revised: Oktober 2023, Accepted: 2023

 

 

 

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah dilihat dari minimnya partisipasi dan keaktifan jurnalis dalam memberitakan event-event olahraga pariwisata di Sumatera Barat, hal ini berdampak pada pengetahuan masyarakat dalam mengenali apa-apa saja jenis olahraga pariwisata, mengingat Sumatera Barat memiliki bentang alam yang sangat mendukung untuk menggelar event olahraga pariwisata. Jenis penelitian adalah penelitian kualitattif. Peneltian kualitatif nantinya akan menghasilkan data-data deskriptif berupa hasil wawancara bersama narasumber terkait yang dinarasikan dalam hasil penelitian. Dengan pendekatan kualitatif, diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta komprehensif tentang peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan di tiga kantor berita yaitu Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang Temuan penelitian mengungkap minimnya partisipasi jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat dikarenakan kurangnya relasi jurnalis Sumatera Barat kepada instansi yang menaungi olahraga pariwisata. Sementara itu peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat adalah sebagai penyebar informasi aktual dan mendalam kepada masyarakat mengenai olahraga dan pariwisata.

Kata kunci: Peranan Jurnalis, Perkembangan Olahraga Pariwisata, Sumatera Barat

 

Abstract

The problem in this study is seen from the lack of participation and activeness of journalists in reporting tourism sports events in West Sumatra, this has an impact on public knowledge in recognizing what types of tourism sports are, considering that West Sumatra has a very supportive landscape for holding tourism sports events. The type of research is qualitative research. Qualitative research will produce descriptive data in the form of interview results with relevant sources narrated in the research results. With a qualitative

 

approach, it is expected to reveal comprehensive facts about the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra. The research was conducted in three news agencies, namely Langgam.id, Klikpositif.com, and Harian Singgalang. The research findings revealed the lack of journalist participation in the development of West Sumatra sports tourism due to the lack of relations between West Sumatra journalists and the agencies that oversee sports tourism. Meanwhile, the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra is as a disseminator of actual and in-depth information to the public about sports and tourism.

Keywords: The Role of Journalists, Development of Sports Tourism, West Sumatra

 

 

PENDAHULUAN

     Indonesia adalah negara yang memiliki bentang alam yang beragam, setiap wilayahnya memiliki keunikan topografi tersendiri. Keunikan yang tentunya memiliki dampak strategis kepada perekonomian nasional salah satu pemanfaaatan bentang alam yang beragam itu dilakukan dengan olahraga. Pemanfaatan pariwisata untuk kegiatan olahraga dikenal dengan olahraga pariwisata. Menurut Suratmin (2018) olahraga pariwisata merupakan wisata melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berolahraga atau memang sengaja untuk mengambil bagian dalam pesta olahraga di suatu tempat atau negara. Sementara itu fungsi olahraga sebagai penopang perekonomian juga tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 Bab II Pasal 4 Poin (C) yang berbunyi: “Keolahragaan berfungsi untuk memperkukuh ketahanan nasional”.  Salah satu pilar dari pariwisata dan olahraga adalah promosi berkelanjutan. Dengan promosi, maka kemungkinan untuk meraih keuntungan perekenomian dari pariwisata dan olahraga semakin terbuka. Komponen penting dari promosi adalah keberadaan jurnalis yang memiliki peran sebagai pemberi informasi yang akan mendatangkan animo masyarakat untuk mendatangi suatu kegiatan olahraga dan pariwisata. Salah satu daerah yang memiliki topografi yang beragam untuk menyelenggarakan event olahraga pariwisata adalah Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat yang memiliki bentang alam yang memadai mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan perbukitan, memungkinkan untuk menarik animo masyarakat ramai untuk berkunjung untuk menyaksikan dan mengenal event-event olahraga pariwisata.

     Untuk memaksimalkan peran jurnalis dalam proses promosi event dan kegiatan olahraga pariwisata dibutuhkan sinergi yang kuat antara instansi terkait baik itu dari internal organisasi perserikatan jurnalis ataupun dengan instansi-instansi olahraga pariwisata. Jurnalis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang pekerjaanya mengumpulkan dan menulis berita baik di media cetak ataupun elektronik. Menurut Maarschal (2019) jurnalis memiliki tiga peran krusial yaitu sebagai sumber dari perkembangan teknologi, penyelesaian masalah dan media pemersatu. Selain itu, dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dijelaskan fungsi jurnalis dan pers adalah: “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial”. Fungsi jurnalis sebagai media informasi terutama di Sumatera Barat belum menyentuh segala aspek termasuk itu mengenai olahraga pariwisata.

     Sumatera Barat yang memiliki topografi yang beragam menjadikan kegiatan olahraga pariwisata kian mendapatkan peluang untuk berkembang. Mengingat, olahraga pariwisata membutuhkan tempat dan bentang alam khusus untuk dilaksanakan. Salah satu kegiatan olahraga pariwisata yang terbilang sukses adalah Tour de Singkarak. Pagelaran Tour de Singkarak pada 2015 menurut data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mendatangkan 550 ribu wisatawan baik itu asing ataupun dalam negeri. Tour de Singkarak hanya satu dari banyaknya potensi event olahraga pariwisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dari event Tour de Singkarak kita juga melihat bagaimana peran strategis media pendongkrak wisatawan berjalan susai dengan apa yang diharapkan.

     Hubungan antara jurnalis dengan perkembangan olahraga Sumatera Barat memiliki keterikatan satu sama lain, menurut Kovach (2006) salah satu peran dari jurnalisme adalah: “Jurnalisme harus berupaya keras untuk membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan”. Pernyataan ini tentunya dapat dipahami sebagai segala hal yang berkaitan dengan informasi baik umum ataupun khsusus merupakan tanggung jawab seorang jurnalis menjadikannya menarik dan relevan dengan kemajuan zaman.

     Terdapat tiga istilah populer dalam dunia pers dan jurnalisme yaitu wartawan, jurnalis, dan reporter. Menurut Yosef (2009) jurnalis atau journalist merupakan sebutan wartawan dalam Bahasa asing, sementara itu wartawan merupakan sebuah profesi yang tugasnya mencari, mengumpulkan, dan menyebarluaskan informasi kepada khalayak, sementara reporter merupakan orang yang berwenang dalam mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi melalui media massa, penggunaan kata reporter lebih cenderung digunakan untuk dunia jurnalistik televisi.

     Al-fandi (2021) menjelaskan tugas utama seorang jurnalis ialah melaporkan berita dan membuat interpretasi serta memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya. Dalam menulis berita wartawan atau harus menyandarkan diri sepenuhnya kepada fakta dilapangan tanpa memasukkan opini pribadi kedalam beritanya. Ini juga diatur dalam kode etik jurnalistik pasal 1 berbunyi: “Wartawan Indonesia bersikap indpenden, menghasilkan berita yang akurat dan tidak beritikad buruk”. Pasal-pasal kode etik jurnalistik hendaknya menjadi pedoman para jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik, sehingga selain memberikan informasi kepada khalayak juga turut membantu mencerdaskan masyarakat.

     Umumnya media berita di Indonesia memiliki mekanisme kerja yang hampir sama dimulai dari pengumpulan ide, rapat redaksi, penyepakatan ide liputan, penugasan kepada wartawan, penulisan berita, pengeditan, dan barulah publish untuk dibaca khalayak ramai. Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, yang membedakan proses dan mekanisme kerja jurnalistik adalah jenis medianya, jika media online tidak terlalu rumit dibandingkan media-media cetak.

     Dalam dunia olahraga, selain memberikan informasi terpercaya kepada khalayak, menurut Wahyudin (2016) tugas seorang jurnalis juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang berperan mampu berperan aktif dalam kontrol dan perbaikan olahraga secara terus menerus. Tentunya, keberfungsian ini memungkinkan jurnalis memasuki semua lini sisi dan bidang keilmuan, tidak hanya berpatok dalam satu bidang saja.

     Olahraga pariwisata di Sumbar memiliki spot-spot yang menarik untuk diikuti mulai dari paralayang, sepeda, arung jeram, gantole, dan olahraga air yang pastinya menyimpan daya tarik pengunjung. Olahraga pariwisata merupakan salah satu unit atau cabang olahraga yang tidak hanya memiliki dampak pembinaan namun juga perekonomian pada suatu daerah. Hubungan olahraga dan pariwisata tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Olahraga sebagai cabang keilmuan dan pariwisata sebagai sumber perekonomian memunngkinkan untuk menyerap banyak pengunjung berdatangan. Hal ini juga akan bertambah baik jika didukung dengan promosi yang berkelanjutan melalui elemen lainnya yaitu kegiatan jurnalistik oleh para jurnalis.

     Memasuki era disrupsi informasi kerja-kerja jurnalitik yang dijalankan jurnalis menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan persaingan bukan hanya berasal dari antar perusahaan berita namun merambah dalam kanal-kanal media sosial. Menurut Hasfi (2009) tantangan jurnalis di era globaliasasi informasi identik dengan persaingan mainstream media dengan new media dalam hal ini media online. Pihak yang merasakan dampak yang cukup besar dengan kehadiran media online tentunya media-media tradisonal yang masih berpijak pada karya jadi seperti koran.

     Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di Padang ekspres dan Langgam.id Mei 2023 lalu maka terdapat kecenderungan pilihan pembaca terhadap perkembangan olahraga olahraga dan pariwisata perlahan beralih kepada konten-konten media sosial, namun hal ini juga berdampak tidak sehat untuk masyarakat awam dalam menerima informasi karena informasi yang ditampilkan hanya setengah-setengah dan tidak mendalam. Untuk itu, disinilah peneliti ingin melihat sejauh mana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata.

 

METODE PENELITIAN

     Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif. Peneletian kualitatif merupakan penelitian yang mengkaji fenomena-fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku, persepsi, tindakan, motivisa, dan lain-lain. Penelitian kualitatif juga erat kaitannya dengan data-data deskiptif yang didapat melalui serangkaian wawancara dengan subjek penelitian. Dengan menggunakan penelitian kualitatif nantinya diharapkan dapat menampilkan fakta-fakta komprehensif tentang bagaimana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Subjek penelitian adalah wartawan di tiga media berbeda (Langgam.id, Klikposititf.com dan Harian Singgalang).

 

HASIL PENELITIAN

  1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
  2. com

     Klikpositif.com merupakan perusahaan berita yang didirikan pada 18 Maret 2013 dengan tiga orang pencetus utama yaitu Andika Destika Khagen, Erinaldi, dan Raffi  dengan pemilik saham secara bersama oleh Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP). Klikpositif.com beralamat di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang Lantai II Indarung, Kota Padang. Media Klikpositif.com tercatat sudah terverifikasi oleh dewan pers pada 29 Maret 2019 lalu. Klikpositif.com merupakan unit usaha dibawah naungan PT Klikpositif Media Siber, holding perusahaan dibawah naungan PT Radio Gema Karang Putih. Media daring dengan mengambil tagline utama “Media generasi positif” ini menyajikan informasi kepada khalayak melalui serangkaian kroscek yang ketat sebelum menyampaikan informasi tersebut.

     Dalam portal berita Klikpositif.com menyajikan delapan rubrik utama diantaranya (news, ekonomi, life, pariwisata, semen padang, bola, tekno, olahraga, dan pariwara). Saat ini jurnalis klik positif tersebar di enam penempatan lokasi berbeda sebagai berikut: (Haswandi: Bukittinggi), (Hatta Rizal: Bukittinggi dan Agam), (Syafriadi: Kabupaten dan Kota Solok), (Joni Abdul Kasir, M. Haikal, Fitria Marlina, Ocky Anugrah Mahesa: Kota Padang), (Kiki Julnasri: Pesisir Selatan), (Kamisrial: Solok Selatan).

 

 

 

  1. id

     Langgam.id pertama kali resmi mengudara pada 7 Januari 2019, diinisiasikan oleh empat orang pendiri utama yaitu Andri El-faruqi sebagai direktur, Hendra Makmur dan Yose Hendra di redaksi serta Heri Faisal dibagian bisnis dan promosi. Empat orang pendiri yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik ini, kemudian, menyepakati kata Langgam sebagai nama media. Makna dari kata Langgam sendiri berarti cara, gaya dan model nama ini dinilai cocok untuk merepresentasikan cara dari langgam.id dalam menariskan kearifan lokal dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik. Mengambil tagline “Referensi urang awak”. Langgam.id diharapkan menjadi bahan bacaan dan referensi utama khususnya untuk masyarakat Sumatera Barat.

     Sebagai media yang tegolong baru, Langgam juga terbilang mampu bersaing dengan cepat dengan media online yang sudah dahulu mengudara. Dalam release yang dikeluarkan alexa yang merupakan lembaga survey peringkat media siber di dunia. Langgam.id pernah menempati urutan pertama sebagai media dengan jumlah pembaca tertinggi di Sumbar tepatnya pada 2020.

     Kantor redaksi langgam.id mulanya berada di Komplek Cendana Andalas, Jalan Beo No 1 RT 02 RW 01, Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dikarenakan satu dan lain hal, pada 1 Agustus 2020 Kantor Redaksi langgam.id resmi berpindah ke Jalan Batang Naras No. 4, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat sampai sekarang.

     Logo Langgam.id menonjolkan huruf ‘G’ sebagai identitas memiliki ujung seperti pena, yang merepresentasikan kegiatan tulis-menulis yang menjadi nadi dari kegiatan kewartawanan, sementara simbol itiak pulang patang dibagian bawah huruf G memiliki makna langgam.id menjadi pelepas rindu bagi segenap perantau dan langgam.id adalah bahan bacaan pelepas rindu itu.

 

  1. Harian Singgalang

     Harian Singgalang merupakan surat kabar cetak yang berbasis di Kota Padang Sumatera Barat, Singgalang mengawali terbitan perdananya pada 18 Desember 1968 dengan mulanya empat halaman sekali seminggu. Dipelopori oleh empat orang sekawan Nasrul Siddik, Nazif Basir, Salius, dan Basril Djabar, nama Singgalang sendiri, diambil dari nama gunung di Kabupaten Agam Sumatera Barat yakninya Gunung Singgalang. Awalnya Singgalang cetak dibawah naungan Letter Press di NV Nusantara Bukittinggi (sekarang percetakan Garfika Unit II), Singgalang terbilang sukses merangsek dan merangkul minat pembaca terhadap sajian yang tak hanya khas namun juga menggeletik. Pada 27 April 1970 melalui izin Menteri Penerangan NC.0682/PERS/SK/DIR PP/SIT/1970. Harian Singgalang resmi terbit dengan format dua kali seminggu yaitu setiap Rabu dan Sabtu.

     Kantor percetakan, redaksi dan usaha yang berada di dua tempat (Padang dan Bukittinggi) tak mematahkan semangat yang dibangun oleh segenap kru Singgalang, perkembangan pesat Singgalang pernah mencapai top oplah 45.000 eksemplar, sukses yang mengantarkan Harian Singgalang untuk memantapkan kantor redaksi, usaha, dan percetakan hanya di satu tempat saja. Percetakan yang mulanya berada di Bukittinggi sekarang berada di Padang (Jalan Veteran No.17 Padang) dengan percetakan dibawah naungan PT Genta Singgalang Press (GSP) sehingga mempercepat proses sirkulasi koran. Kemajuan Singgalang yang mulanya adalah koran mingguan berubah menjadi koran yang terbit harian, yang mulanya hanya empat halaman saja sekarang sudah konsisten dengan 16 halaman atau lebih tergantung dari seberapa banyak iklan yang masuk. Rubrik-rubrik yang ada di Harian Singgalang diantaranya (Info Utama, Opini, Daerah, Sport, Wisata, Politik dan Hukum Hukum, Advertorial).

 

  1. Hasil Penelitian
  2. Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata Sumatera Barat

     Merangkum dari wawancara enam jurnalis dari tiga media berbeda (Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang). Enam jurnalis itu adalah:

NAMA

PERUSAHAAN

JABATAN

Andri Elfaruqi

Langgam.id

Direktur

Yose Hendra

Langgam.id

Pemimpin Redaksi

Andika Destika Khagen

Klikpositif.com

Pemimpin Redaksi

M. Haikal

Klikpositif.com

Redaktur

Gusnaldi Saman

Harian Singgalang

Redaktur Pelaksana

Dede Amri

Harian Singgalang

Redaktur Olahraga

 

     Menurut jurnalis dan juga pemimpin redaksi Langgam.id Yose Hendra, jurnalis memiliki peran sebagai penyampai dan platform informasi aktual kepada publik, selain itu jurnalis memiliki peranan sebagai kontrol sosial. Hal serupa juga dipaparkan oleh M. Haikal redaktur Klikpositif.com, jurnalis memiliki peranan dalam penyebarluasan informasi baik itu olahraga ataupun secara umum, perbedaan jurnalis dengan akun-akun medsos ataupun humas terdapat pada keluwesan dan akses kepada narasumber yang tidak didapat oleh akun medsos ataupun humas jadi, semakin luwes wartawan dalam menggali narasumber maka semakin baiklah nilai berita tersebut.

     Menurut Dede Amri redaktur olahraga Harian Singgalang, peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata memiliki peranan dalam menyebarluaskan informasi kepada khlayak luas baik dalam atau luar negeri, dan juga berperan sebagai promosi wisata terutama dalam hal penyebarluasan informasi olahraga pariwisata selain itu keberadaan jurnalis ditengah-tengah masyarakat bukan hanya membantu dalam mendapatkan informasi, juga bisa mempengaruhi keberlangsungan kehidupan mereka, misalnya: pemberitaan tentang kehidupan anak kurang mampu, yang dirangkum dalam pemberitaan bisa mendorong bantuan dari pemerintah terkait dalam membantu perekonomian.

     Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi memandang peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata sebagai wadah untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang biasanya juga menjadi tempat event suatu olahraga pariwisata dilaksanakan, karena biasanya, dalam hal pemberitaan, jurnalis juga dituntut untuk mengambil sisi lain dari sebuah event apakah itu human interest, ataupun hal-hal unik yang didapatkan ketika liputan.

     Redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman mengungkapkan bahwa peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata cukup penting ditengah banyaknya informasi dari berbagai sisi. Gusnaldi berpandangan selain juga sebagai publikasi, jurnalis juga bisa memainkan peranan sebagai penghimbau orang ramai untuk mengetahui event-event olahraga pariwisata melalui beritanya dengan tidak hanya berfokus pada satu angle saja, mengingat, olahraga pariwisata sangat membutuhkan promosi yang intens dan berkelanjutan agar tujuan awal memperkenalkan olahraga pariwisata ke masyarakat awam bisa tersampaikan dengan cermat dan faktual.

 

  1. Tantangan Jurnalis

     Jurnalis merupakan orang yang memiliki tanggung jawab moral dalam berita yang beredar dibaca oleh masyarakat luas. Dewasa ini peranan jurnalis mulai terkikis oleh banyaknya platform lain seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). Selain itu menjamurnya akun medsos yang menyalin pemberitaan dari web resmi sebuah perusahaan berita yang justru memberikan keuntungan sepihak kepada satu akun medsos saja. Menurut Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi hal semacam ini adalah lazim yang terjadi dalam industri media, namun, yang harus dicatat adalah bagaimana etika hak kekayaan intelektual yang harus juga dipahami oleh admin media sosial, bahwa pemberitaan yang dikutip dari sebuah perusahaan berita harusnya mencantumkan sumber sebagai kredit terhadap jurnalis dan perusahaan berita terkait.

     Tantangan lain yang dihadapi jurnalis adalah jurnalisme warga, dengan artian semua orang bisa menjadi jurnalis. Dalam hal ini Andri, menjelaskan bahwa seorang jurnalis baru dikatakan professional jika sudah melewati serangkaian tes, mulai dari tes tulis, psikotes, wawancara dan juga toefl, agar mendapatkan sertifikasi sebagai wartawan professional. Tantangan dari menjamurnya jurnalisme warga dan konten kreator digital, Andri mejelaskan produk jurnalistik yang baik adalah selalu mengedepankan akurasi dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik, sementara konten kreator hanya memaparkan isi luarnya saja tanpa menelusuri lebih dalam.

     Sementara itu pemimpin redaksi Klikpositif.com Andika Destika Khagen, menjelaskan perbedaan perusahaan berita dengan blogger terdapat pada perlindungan hukum, perusahaan berita yang dikategorikan dalam produk jurnalistik, memiliki perlindungan hukum UU. No 40 Tahun 1999, dan apabila ada permasalahn menyangkut pemberitaan, maka penyelesaiaanya melalui serangkaian tata cara pers melalui hak jawab dan hak tolak, dari pihak terkait. Sementara, blogger akan diproses melalui UU ITE tanpa melalui proses-proses pers.

     Menurut M. Haikal redaktur Klikpositif.com keberadaan konten kreator di media sosial tidak boleh dijadikan musuh untuk jurnalis, sebaiknya perusahaan berita juga memiliki daya saing dengan memunculkan konten kreatornya sendiri dari perusahaan, sehingga jurnalis tidak mengganggap keberadaan konten kreator sebagai suatu ancaman.

     Gusnaldi Saman redaktur pelaksana Harian Singgalang menjelaskan hal esensial yang paling membedakan antara pemberitaan olahraga dan pariwisata di media sosial dan berita yang ditulis jurnalis adalah konfirmasi kepada narasumber, banyak akun hanya meberitakan sepotong-potong dan hanya mendeskripsikan kegiatan saja, namun seorang jurnalis akan memiliki daya intelegen yang lebih luas dengan konfirmasi melalui kepada narasumber, yang tidak didapatkan oleh akun-akun media sosial. Sementara itu, menurut Gusnaldi, dalam proses peliputan olahraga pariwisata secara umum tidak ada kendala berarti, selain kendala teknis yang biasa terjadi misalnya susah mencari narasumber, kehilangan momen pas acara, dan kendala teknis lainnya.

 

  1. Penyebab Minimnya Pemberitaan Olahraga di Sumatera Barat

     Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, salah satu penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah karena olahraga pariwisata merupakan event tahunan atau bulanan saja, dan hanya beberapa media yang meliput atau menjadi media partner dalam sebuah liputan olahraga pariwisata, sehingga promosi dan pengetahuan masyarakat tentang apa itu olahraga pariwisata minim.

     Menurut Andhika Destika Khagen pemimpin redaksi Klikpositif.com salah satu yang menjadi penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah sifat alamiah yang terdapat pada industri media itu sendiri, karena berita-berita yang diliput wartawan berdasarkan traffic dari pembaca, semakin banyak pembaca maka semakin baiklah finansial perusahaan sebuah media online, sementara, olahraga pariwisata hanya akan menemukan pasarnya kepada kalangan tertentu saja.

     Redaktur olahraga Harian Singgalang Dede Amri menjelaskan proses pembuatan dan peliputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dilakukan atas dasar kerjasama dan undangan oleh instansi olahraga terkait, sementara itu untuk ongkos liputan akan disesuaikan dengan kesepakatan awal kedua belah pihak.

 

KESIMPULAN

     Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga Sumatera Barat adalah berperan dalam pemberi informasi yang aktual dan terfaktual kepada khalayak khususnya masyarakat Sumatera Barat. Sementara itu perbedaan pemberitaan jurnalis dengan akun-akun official atau humas adalah bagaimana keluwesan dan informasi yang mendalam didapat dari narasumber, selain itu jurnalis juga berperan dalam mengambil sisi-sisi lain untuk dijadikan berita dalam suatu event olahraga pariwisata di sumatera Barat, sehingga pemberitaan yang dipublish bisa menarik minat masyarakat mendatangi tempat tersebut yang bermuara pada terbantunya perekonomian UMKM yang ada di sekitar event olahraga pariwisata.
  2. Minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sifat event olahraga pariwisata yang tidak terjadi dalam waktu yang panjang, seperti kompetisi olahraga lainnya, selain itu minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh sifat alamiah sebuah industri media yang akan secara alami melirik traffic pembaca sementara event olahraga pariwisata hanya mendorong traffic pembaca yang sedikit.
  3. Kendala yang dihadapi jurnalis saat liputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat lebih mengacu kepada masalah teknis, dan tantangan yang dihadapi jurnalis diantaranya tantangan kemajuan teknologi dan bagaimana adaptasi jurnalis menyikapi kemajuan teknologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-fandi, Haryanto.2021. Pengantar Jurnalistik. Yogyakarta: BILDUNG

Hasfi, Nurul.2009. Tantangan Jurnalis di Era Globalisasi Informasi. Jurnal Undip

Kovach, Bill.2006. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau

Marschaal, Bima.2019. Peran Jurnalis Industri 4.0. Sukabumi: CV Jejak

Suratmin. 2018. Pengantar Olahraga Rekreasi dan Pariwisata. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11, 2022. Tentang Keolahragaan. Jakarta: Departemen Pemuda dan Olahraga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40, 1999. Tentang Pers. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Wahyudin.2016. Pengantar Jurnalistik Olahraga. Makassar: Universitas Negeri Makassar

Yosef, Jani.2009. To Be A Journalist. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nugroho Susanto

Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata

Sumatera Barat

 

Rino Warisman Putra1, Muhamad Sazeli Rifki2, Nugroho Susanto3, Sonya Nelson4

1Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

2Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

3Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

 

*Coresponding Author E-mail: rinowarisman1945@gmail.com, msrrifki@fik.unp.ac.id, nugrohosusanto@fik.unp.ac.id, sonyanelson@fik.unp.ac.id

Received: Oktober 2023, Revised: Oktober 2023, Accepted: 2023

 

 

 

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah dilihat dari minimnya partisipasi dan keaktifan jurnalis dalam memberitakan event-event olahraga pariwisata di Sumatera Barat, hal ini berdampak pada pengetahuan masyarakat dalam mengenali apa-apa saja jenis olahraga pariwisata, mengingat Sumatera Barat memiliki bentang alam yang sangat mendukung untuk menggelar event olahraga pariwisata. Jenis penelitian adalah penelitian kualitattif. Peneltian kualitatif nantinya akan menghasilkan data-data deskriptif berupa hasil wawancara bersama narasumber terkait yang dinarasikan dalam hasil penelitian. Dengan pendekatan kualitatif, diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta komprehensif tentang peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan di tiga kantor berita yaitu Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang Temuan penelitian mengungkap minimnya partisipasi jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat dikarenakan kurangnya relasi jurnalis Sumatera Barat kepada instansi yang menaungi olahraga pariwisata. Sementara itu peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat adalah sebagai penyebar informasi aktual dan mendalam kepada masyarakat mengenai olahraga dan pariwisata.

Kata kunci: Peranan Jurnalis, Perkembangan Olahraga Pariwisata, Sumatera Barat

 

Abstract

The problem in this study is seen from the lack of participation and activeness of journalists in reporting tourism sports events in West Sumatra, this has an impact on public knowledge in recognizing what types of tourism sports are, considering that West Sumatra has a very supportive landscape for holding tourism sports events. The type of research is qualitative research. Qualitative research will produce descriptive data in the form of interview results with relevant sources narrated in the research results. With a qualitative

 

approach, it is expected to reveal comprehensive facts about the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra. The research was conducted in three news agencies, namely Langgam.id, Klikpositif.com, and Harian Singgalang. The research findings revealed the lack of journalist participation in the development of West Sumatra sports tourism due to the lack of relations between West Sumatra journalists and the agencies that oversee sports tourism. Meanwhile, the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra is as a disseminator of actual and in-depth information to the public about sports and tourism.

Keywords: The Role of Journalists, Development of Sports Tourism, West Sumatra

 

 

PENDAHULUAN

     Indonesia adalah negara yang memiliki bentang alam yang beragam, setiap wilayahnya memiliki keunikan topografi tersendiri. Keunikan yang tentunya memiliki dampak strategis kepada perekonomian nasional salah satu pemanfaaatan bentang alam yang beragam itu dilakukan dengan olahraga. Pemanfaatan pariwisata untuk kegiatan olahraga dikenal dengan olahraga pariwisata. Menurut Suratmin (2018) olahraga pariwisata merupakan wisata melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berolahraga atau memang sengaja untuk mengambil bagian dalam pesta olahraga di suatu tempat atau negara. Sementara itu fungsi olahraga sebagai penopang perekonomian juga tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 Bab II Pasal 4 Poin (C) yang berbunyi: “Keolahragaan berfungsi untuk memperkukuh ketahanan nasional”.  Salah satu pilar dari pariwisata dan olahraga adalah promosi berkelanjutan. Dengan promosi, maka kemungkinan untuk meraih keuntungan perekenomian dari pariwisata dan olahraga semakin terbuka. Komponen penting dari promosi adalah keberadaan jurnalis yang memiliki peran sebagai pemberi informasi yang akan mendatangkan animo masyarakat untuk mendatangi suatu kegiatan olahraga dan pariwisata. Salah satu daerah yang memiliki topografi yang beragam untuk menyelenggarakan event olahraga pariwisata adalah Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat yang memiliki bentang alam yang memadai mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan perbukitan, memungkinkan untuk menarik animo masyarakat ramai untuk berkunjung untuk menyaksikan dan mengenal event-event olahraga pariwisata.

     Untuk memaksimalkan peran jurnalis dalam proses promosi event dan kegiatan olahraga pariwisata dibutuhkan sinergi yang kuat antara instansi terkait baik itu dari internal organisasi perserikatan jurnalis ataupun dengan instansi-instansi olahraga pariwisata. Jurnalis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang pekerjaanya mengumpulkan dan menulis berita baik di media cetak ataupun elektronik. Menurut Maarschal (2019) jurnalis memiliki tiga peran krusial yaitu sebagai sumber dari perkembangan teknologi, penyelesaian masalah dan media pemersatu. Selain itu, dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dijelaskan fungsi jurnalis dan pers adalah: “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial”. Fungsi jurnalis sebagai media informasi terutama di Sumatera Barat belum menyentuh segala aspek termasuk itu mengenai olahraga pariwisata.

     Sumatera Barat yang memiliki topografi yang beragam menjadikan kegiatan olahraga pariwisata kian mendapatkan peluang untuk berkembang. Mengingat, olahraga pariwisata membutuhkan tempat dan bentang alam khusus untuk dilaksanakan. Salah satu kegiatan olahraga pariwisata yang terbilang sukses adalah Tour de Singkarak. Pagelaran Tour de Singkarak pada 2015 menurut data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mendatangkan 550 ribu wisatawan baik itu asing ataupun dalam negeri. Tour de Singkarak hanya satu dari banyaknya potensi event olahraga pariwisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dari event Tour de Singkarak kita juga melihat bagaimana peran strategis media pendongkrak wisatawan berjalan susai dengan apa yang diharapkan.

     Hubungan antara jurnalis dengan perkembangan olahraga Sumatera Barat memiliki keterikatan satu sama lain, menurut Kovach (2006) salah satu peran dari jurnalisme adalah: “Jurnalisme harus berupaya keras untuk membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan”. Pernyataan ini tentunya dapat dipahami sebagai segala hal yang berkaitan dengan informasi baik umum ataupun khsusus merupakan tanggung jawab seorang jurnalis menjadikannya menarik dan relevan dengan kemajuan zaman.

     Terdapat tiga istilah populer dalam dunia pers dan jurnalisme yaitu wartawan, jurnalis, dan reporter. Menurut Yosef (2009) jurnalis atau journalist merupakan sebutan wartawan dalam Bahasa asing, sementara itu wartawan merupakan sebuah profesi yang tugasnya mencari, mengumpulkan, dan menyebarluaskan informasi kepada khalayak, sementara reporter merupakan orang yang berwenang dalam mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi melalui media massa, penggunaan kata reporter lebih cenderung digunakan untuk dunia jurnalistik televisi.

     Al-fandi (2021) menjelaskan tugas utama seorang jurnalis ialah melaporkan berita dan membuat interpretasi serta memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya. Dalam menulis berita wartawan atau harus menyandarkan diri sepenuhnya kepada fakta dilapangan tanpa memasukkan opini pribadi kedalam beritanya. Ini juga diatur dalam kode etik jurnalistik pasal 1 berbunyi: “Wartawan Indonesia bersikap indpenden, menghasilkan berita yang akurat dan tidak beritikad buruk”. Pasal-pasal kode etik jurnalistik hendaknya menjadi pedoman para jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik, sehingga selain memberikan informasi kepada khalayak juga turut membantu mencerdaskan masyarakat.

     Umumnya media berita di Indonesia memiliki mekanisme kerja yang hampir sama dimulai dari pengumpulan ide, rapat redaksi, penyepakatan ide liputan, penugasan kepada wartawan, penulisan berita, pengeditan, dan barulah publish untuk dibaca khalayak ramai. Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, yang membedakan proses dan mekanisme kerja jurnalistik adalah jenis medianya, jika media online tidak terlalu rumit dibandingkan media-media cetak.

     Dalam dunia olahraga, selain memberikan informasi terpercaya kepada khalayak, menurut Wahyudin (2016) tugas seorang jurnalis juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang berperan mampu berperan aktif dalam kontrol dan perbaikan olahraga secara terus menerus. Tentunya, keberfungsian ini memungkinkan jurnalis memasuki semua lini sisi dan bidang keilmuan, tidak hanya berpatok dalam satu bidang saja.

     Olahraga pariwisata di Sumbar memiliki spot-spot yang menarik untuk diikuti mulai dari paralayang, sepeda, arung jeram, gantole, dan olahraga air yang pastinya menyimpan daya tarik pengunjung. Olahraga pariwisata merupakan salah satu unit atau cabang olahraga yang tidak hanya memiliki dampak pembinaan namun juga perekonomian pada suatu daerah. Hubungan olahraga dan pariwisata tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Olahraga sebagai cabang keilmuan dan pariwisata sebagai sumber perekonomian memunngkinkan untuk menyerap banyak pengunjung berdatangan. Hal ini juga akan bertambah baik jika didukung dengan promosi yang berkelanjutan melalui elemen lainnya yaitu kegiatan jurnalistik oleh para jurnalis.

     Memasuki era disrupsi informasi kerja-kerja jurnalitik yang dijalankan jurnalis menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan persaingan bukan hanya berasal dari antar perusahaan berita namun merambah dalam kanal-kanal media sosial. Menurut Hasfi (2009) tantangan jurnalis di era globaliasasi informasi identik dengan persaingan mainstream media dengan new media dalam hal ini media online. Pihak yang merasakan dampak yang cukup besar dengan kehadiran media online tentunya media-media tradisonal yang masih berpijak pada karya jadi seperti koran.

     Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di Padang ekspres dan Langgam.id Mei 2023 lalu maka terdapat kecenderungan pilihan pembaca terhadap perkembangan olahraga olahraga dan pariwisata perlahan beralih kepada konten-konten media sosial, namun hal ini juga berdampak tidak sehat untuk masyarakat awam dalam menerima informasi karena informasi yang ditampilkan hanya setengah-setengah dan tidak mendalam. Untuk itu, disinilah peneliti ingin melihat sejauh mana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata.

 

METODE PENELITIAN

     Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif. Peneletian kualitatif merupakan penelitian yang mengkaji fenomena-fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku, persepsi, tindakan, motivisa, dan lain-lain. Penelitian kualitatif juga erat kaitannya dengan data-data deskiptif yang didapat melalui serangkaian wawancara dengan subjek penelitian. Dengan menggunakan penelitian kualitatif nantinya diharapkan dapat menampilkan fakta-fakta komprehensif tentang bagaimana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Subjek penelitian adalah wartawan di tiga media berbeda (Langgam.id, Klikposititf.com dan Harian Singgalang).

 

HASIL PENELITIAN

  1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
  2. com

     Klikpositif.com merupakan perusahaan berita yang didirikan pada 18 Maret 2013 dengan tiga orang pencetus utama yaitu Andika Destika Khagen, Erinaldi, dan Raffi  dengan pemilik saham secara bersama oleh Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP). Klikpositif.com beralamat di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang Lantai II Indarung, Kota Padang. Media Klikpositif.com tercatat sudah terverifikasi oleh dewan pers pada 29 Maret 2019 lalu. Klikpositif.com merupakan unit usaha dibawah naungan PT Klikpositif Media Siber, holding perusahaan dibawah naungan PT Radio Gema Karang Putih. Media daring dengan mengambil tagline utama “Media generasi positif” ini menyajikan informasi kepada khalayak melalui serangkaian kroscek yang ketat sebelum menyampaikan informasi tersebut.

     Dalam portal berita Klikpositif.com menyajikan delapan rubrik utama diantaranya (news, ekonomi, life, pariwisata, semen padang, bola, tekno, olahraga, dan pariwara). Saat ini jurnalis klik positif tersebar di enam penempatan lokasi berbeda sebagai berikut: (Haswandi: Bukittinggi), (Hatta Rizal: Bukittinggi dan Agam), (Syafriadi: Kabupaten dan Kota Solok), (Joni Abdul Kasir, M. Haikal, Fitria Marlina, Ocky Anugrah Mahesa: Kota Padang), (Kiki Julnasri: Pesisir Selatan), (Kamisrial: Solok Selatan).

 

 

 

  1. id

     Langgam.id pertama kali resmi mengudara pada 7 Januari 2019, diinisiasikan oleh empat orang pendiri utama yaitu Andri El-faruqi sebagai direktur, Hendra Makmur dan Yose Hendra di redaksi serta Heri Faisal dibagian bisnis dan promosi. Empat orang pendiri yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik ini, kemudian, menyepakati kata Langgam sebagai nama media. Makna dari kata Langgam sendiri berarti cara, gaya dan model nama ini dinilai cocok untuk merepresentasikan cara dari langgam.id dalam menariskan kearifan lokal dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik. Mengambil tagline “Referensi urang awak”. Langgam.id diharapkan menjadi bahan bacaan dan referensi utama khususnya untuk masyarakat Sumatera Barat.

     Sebagai media yang tegolong baru, Langgam juga terbilang mampu bersaing dengan cepat dengan media online yang sudah dahulu mengudara. Dalam release yang dikeluarkan alexa yang merupakan lembaga survey peringkat media siber di dunia. Langgam.id pernah menempati urutan pertama sebagai media dengan jumlah pembaca tertinggi di Sumbar tepatnya pada 2020.

     Kantor redaksi langgam.id mulanya berada di Komplek Cendana Andalas, Jalan Beo No 1 RT 02 RW 01, Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dikarenakan satu dan lain hal, pada 1 Agustus 2020 Kantor Redaksi langgam.id resmi berpindah ke Jalan Batang Naras No. 4, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat sampai sekarang.

     Logo Langgam.id menonjolkan huruf ‘G’ sebagai identitas memiliki ujung seperti pena, yang merepresentasikan kegiatan tulis-menulis yang menjadi nadi dari kegiatan kewartawanan, sementara simbol itiak pulang patang dibagian bawah huruf G memiliki makna langgam.id menjadi pelepas rindu bagi segenap perantau dan langgam.id adalah bahan bacaan pelepas rindu itu.

 

  1. Harian Singgalang

     Harian Singgalang merupakan surat kabar cetak yang berbasis di Kota Padang Sumatera Barat, Singgalang mengawali terbitan perdananya pada 18 Desember 1968 dengan mulanya empat halaman sekali seminggu. Dipelopori oleh empat orang sekawan Nasrul Siddik, Nazif Basir, Salius, dan Basril Djabar, nama Singgalang sendiri, diambil dari nama gunung di Kabupaten Agam Sumatera Barat yakninya Gunung Singgalang. Awalnya Singgalang cetak dibawah naungan Letter Press di NV Nusantara Bukittinggi (sekarang percetakan Garfika Unit II), Singgalang terbilang sukses merangsek dan merangkul minat pembaca terhadap sajian yang tak hanya khas namun juga menggeletik. Pada 27 April 1970 melalui izin Menteri Penerangan NC.0682/PERS/SK/DIR PP/SIT/1970. Harian Singgalang resmi terbit dengan format dua kali seminggu yaitu setiap Rabu dan Sabtu.

     Kantor percetakan, redaksi dan usaha yang berada di dua tempat (Padang dan Bukittinggi) tak mematahkan semangat yang dibangun oleh segenap kru Singgalang, perkembangan pesat Singgalang pernah mencapai top oplah 45.000 eksemplar, sukses yang mengantarkan Harian Singgalang untuk memantapkan kantor redaksi, usaha, dan percetakan hanya di satu tempat saja. Percetakan yang mulanya berada di Bukittinggi sekarang berada di Padang (Jalan Veteran No.17 Padang) dengan percetakan dibawah naungan PT Genta Singgalang Press (GSP) sehingga mempercepat proses sirkulasi koran. Kemajuan Singgalang yang mulanya adalah koran mingguan berubah menjadi koran yang terbit harian, yang mulanya hanya empat halaman saja sekarang sudah konsisten dengan 16 halaman atau lebih tergantung dari seberapa banyak iklan yang masuk. Rubrik-rubrik yang ada di Harian Singgalang diantaranya (Info Utama, Opini, Daerah, Sport, Wisata, Politik dan Hukum Hukum, Advertorial).

 

  1. Hasil Penelitian
  2. Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata Sumatera Barat

     Merangkum dari wawancara enam jurnalis dari tiga media berbeda (Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang). Enam jurnalis itu adalah:

NAMA

PERUSAHAAN

JABATAN

Andri Elfaruqi

Langgam.id

Direktur

Yose Hendra

Langgam.id

Pemimpin Redaksi

Andika Destika Khagen

Klikpositif.com

Pemimpin Redaksi

M. Haikal

Klikpositif.com

Redaktur

Gusnaldi Saman

Harian Singgalang

Redaktur Pelaksana

Dede Amri

Harian Singgalang

Redaktur Olahraga

 

     Menurut jurnalis dan juga pemimpin redaksi Langgam.id Yose Hendra, jurnalis memiliki peran sebagai penyampai dan platform informasi aktual kepada publik, selain itu jurnalis memiliki peranan sebagai kontrol sosial. Hal serupa juga dipaparkan oleh M. Haikal redaktur Klikpositif.com, jurnalis memiliki peranan dalam penyebarluasan informasi baik itu olahraga ataupun secara umum, perbedaan jurnalis dengan akun-akun medsos ataupun humas terdapat pada keluwesan dan akses kepada narasumber yang tidak didapat oleh akun medsos ataupun humas jadi, semakin luwes wartawan dalam menggali narasumber maka semakin baiklah nilai berita tersebut.

     Menurut Dede Amri redaktur olahraga Harian Singgalang, peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata memiliki peranan dalam menyebarluaskan informasi kepada khlayak luas baik dalam atau luar negeri, dan juga berperan sebagai promosi wisata terutama dalam hal penyebarluasan informasi olahraga pariwisata selain itu keberadaan jurnalis ditengah-tengah masyarakat bukan hanya membantu dalam mendapatkan informasi, juga bisa mempengaruhi keberlangsungan kehidupan mereka, misalnya: pemberitaan tentang kehidupan anak kurang mampu, yang dirangkum dalam pemberitaan bisa mendorong bantuan dari pemerintah terkait dalam membantu perekonomian.

     Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi memandang peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata sebagai wadah untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang biasanya juga menjadi tempat event suatu olahraga pariwisata dilaksanakan, karena biasanya, dalam hal pemberitaan, jurnalis juga dituntut untuk mengambil sisi lain dari sebuah event apakah itu human interest, ataupun hal-hal unik yang didapatkan ketika liputan.

     Redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman mengungkapkan bahwa peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata cukup penting ditengah banyaknya informasi dari berbagai sisi. Gusnaldi berpandangan selain juga sebagai publikasi, jurnalis juga bisa memainkan peranan sebagai penghimbau orang ramai untuk mengetahui event-event olahraga pariwisata melalui beritanya dengan tidak hanya berfokus pada satu angle saja, mengingat, olahraga pariwisata sangat membutuhkan promosi yang intens dan berkelanjutan agar tujuan awal memperkenalkan olahraga pariwisata ke masyarakat awam bisa tersampaikan dengan cermat dan faktual.

 

  1. Tantangan Jurnalis

     Jurnalis merupakan orang yang memiliki tanggung jawab moral dalam berita yang beredar dibaca oleh masyarakat luas. Dewasa ini peranan jurnalis mulai terkikis oleh banyaknya platform lain seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). Selain itu menjamurnya akun medsos yang menyalin pemberitaan dari web resmi sebuah perusahaan berita yang justru memberikan keuntungan sepihak kepada satu akun medsos saja. Menurut Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi hal semacam ini adalah lazim yang terjadi dalam industri media, namun, yang harus dicatat adalah bagaimana etika hak kekayaan intelektual yang harus juga dipahami oleh admin media sosial, bahwa pemberitaan yang dikutip dari sebuah perusahaan berita harusnya mencantumkan sumber sebagai kredit terhadap jurnalis dan perusahaan berita terkait.

     Tantangan lain yang dihadapi jurnalis adalah jurnalisme warga, dengan artian semua orang bisa menjadi jurnalis. Dalam hal ini Andri, menjelaskan bahwa seorang jurnalis baru dikatakan professional jika sudah melewati serangkaian tes, mulai dari tes tulis, psikotes, wawancara dan juga toefl, agar mendapatkan sertifikasi sebagai wartawan professional. Tantangan dari menjamurnya jurnalisme warga dan konten kreator digital, Andri mejelaskan produk jurnalistik yang baik adalah selalu mengedepankan akurasi dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik, sementara konten kreator hanya memaparkan isi luarnya saja tanpa menelusuri lebih dalam.

     Sementara itu pemimpin redaksi Klikpositif.com Andika Destika Khagen, menjelaskan perbedaan perusahaan berita dengan blogger terdapat pada perlindungan hukum, perusahaan berita yang dikategorikan dalam produk jurnalistik, memiliki perlindungan hukum UU. No 40 Tahun 1999, dan apabila ada permasalahn menyangkut pemberitaan, maka penyelesaiaanya melalui serangkaian tata cara pers melalui hak jawab dan hak tolak, dari pihak terkait. Sementara, blogger akan diproses melalui UU ITE tanpa melalui proses-proses pers.

     Menurut M. Haikal redaktur Klikpositif.com keberadaan konten kreator di media sosial tidak boleh dijadikan musuh untuk jurnalis, sebaiknya perusahaan berita juga memiliki daya saing dengan memunculkan konten kreatornya sendiri dari perusahaan, sehingga jurnalis tidak mengganggap keberadaan konten kreator sebagai suatu ancaman.

     Gusnaldi Saman redaktur pelaksana Harian Singgalang menjelaskan hal esensial yang paling membedakan antara pemberitaan olahraga dan pariwisata di media sosial dan berita yang ditulis jurnalis adalah konfirmasi kepada narasumber, banyak akun hanya meberitakan sepotong-potong dan hanya mendeskripsikan kegiatan saja, namun seorang jurnalis akan memiliki daya intelegen yang lebih luas dengan konfirmasi melalui kepada narasumber, yang tidak didapatkan oleh akun-akun media sosial. Sementara itu, menurut Gusnaldi, dalam proses peliputan olahraga pariwisata secara umum tidak ada kendala berarti, selain kendala teknis yang biasa terjadi misalnya susah mencari narasumber, kehilangan momen pas acara, dan kendala teknis lainnya.

 

  1. Penyebab Minimnya Pemberitaan Olahraga di Sumatera Barat

     Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, salah satu penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah karena olahraga pariwisata merupakan event tahunan atau bulanan saja, dan hanya beberapa media yang meliput atau menjadi media partner dalam sebuah liputan olahraga pariwisata, sehingga promosi dan pengetahuan masyarakat tentang apa itu olahraga pariwisata minim.

     Menurut Andhika Destika Khagen pemimpin redaksi Klikpositif.com salah satu yang menjadi penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah sifat alamiah yang terdapat pada industri media itu sendiri, karena berita-berita yang diliput wartawan berdasarkan traffic dari pembaca, semakin banyak pembaca maka semakin baiklah finansial perusahaan sebuah media online, sementara, olahraga pariwisata hanya akan menemukan pasarnya kepada kalangan tertentu saja.

     Redaktur olahraga Harian Singgalang Dede Amri menjelaskan proses pembuatan dan peliputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dilakukan atas dasar kerjasama dan undangan oleh instansi olahraga terkait, sementara itu untuk ongkos liputan akan disesuaikan dengan kesepakatan awal kedua belah pihak.

 

KESIMPULAN

     Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga Sumatera Barat adalah berperan dalam pemberi informasi yang aktual dan terfaktual kepada khalayak khususnya masyarakat Sumatera Barat. Sementara itu perbedaan pemberitaan jurnalis dengan akun-akun official atau humas adalah bagaimana keluwesan dan informasi yang mendalam didapat dari narasumber, selain itu jurnalis juga berperan dalam mengambil sisi-sisi lain untuk dijadikan berita dalam suatu event olahraga pariwisata di sumatera Barat, sehingga pemberitaan yang dipublish bisa menarik minat masyarakat mendatangi tempat tersebut yang bermuara pada terbantunya perekonomian UMKM yang ada di sekitar event olahraga pariwisata.
  2. Minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sifat event olahraga pariwisata yang tidak terjadi dalam waktu yang panjang, seperti kompetisi olahraga lainnya, selain itu minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh sifat alamiah sebuah industri media yang akan secara alami melirik traffic pembaca sementara event olahraga pariwisata hanya mendorong traffic pembaca yang sedikit.
  3. Kendala yang dihadapi jurnalis saat liputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat lebih mengacu kepada masalah teknis, dan tantangan yang dihadapi jurnalis diantaranya tantangan kemajuan teknologi dan bagaimana adaptasi jurnalis menyikapi kemajuan teknologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-fandi, Haryanto.2021. Pengantar Jurnalistik. Yogyakarta: BILDUNG

Hasfi, Nurul.2009. Tantangan Jurnalis di Era Globalisasi Informasi. Jurnal Undip

Kovach, Bill.2006. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau

Marschaal, Bima.2019. Peran Jurnalis Industri 4.0. Sukabumi: CV Jejak

Suratmin. 2018. Pengantar Olahraga Rekreasi dan Pariwisata. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11, 2022. Tentang Keolahragaan. Jakarta: Departemen Pemuda dan Olahraga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40, 1999. Tentang Pers. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Wahyudin.2016. Pengantar Jurnalistik Olahraga. Makassar: Universitas Negeri Makassar

Yosef, Jani.2009. To Be A Journalist. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sonya Nelson

Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata

Sumatera Barat

 

Rino Warisman Putra1, Muhamad Sazeli Rifki2, Nugroho Susanto3, Sonya Nelson4

1Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

2Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

3Universitas Negeri Padang, Ilmu Keolahragaan, Indonesia

 

*Coresponding Author E-mail: rinowarisman1945@gmail.com, msrrifki@fik.unp.ac.id, nugrohosusanto@fik.unp.ac.id, sonyanelson@fik.unp.ac.id

Received: Oktober 2023, Revised: Oktober 2023, Accepted: 2023

 

 

 

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah dilihat dari minimnya partisipasi dan keaktifan jurnalis dalam memberitakan event-event olahraga pariwisata di Sumatera Barat, hal ini berdampak pada pengetahuan masyarakat dalam mengenali apa-apa saja jenis olahraga pariwisata, mengingat Sumatera Barat memiliki bentang alam yang sangat mendukung untuk menggelar event olahraga pariwisata. Jenis penelitian adalah penelitian kualitattif. Peneltian kualitatif nantinya akan menghasilkan data-data deskriptif berupa hasil wawancara bersama narasumber terkait yang dinarasikan dalam hasil penelitian. Dengan pendekatan kualitatif, diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta komprehensif tentang peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan di tiga kantor berita yaitu Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang Temuan penelitian mengungkap minimnya partisipasi jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat dikarenakan kurangnya relasi jurnalis Sumatera Barat kepada instansi yang menaungi olahraga pariwisata. Sementara itu peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat adalah sebagai penyebar informasi aktual dan mendalam kepada masyarakat mengenai olahraga dan pariwisata.

Kata kunci: Peranan Jurnalis, Perkembangan Olahraga Pariwisata, Sumatera Barat

 

Abstract

The problem in this study is seen from the lack of participation and activeness of journalists in reporting tourism sports events in West Sumatra, this has an impact on public knowledge in recognizing what types of tourism sports are, considering that West Sumatra has a very supportive landscape for holding tourism sports events. The type of research is qualitative research. Qualitative research will produce descriptive data in the form of interview results with relevant sources narrated in the research results. With a qualitative

 

approach, it is expected to reveal comprehensive facts about the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra. The research was conducted in three news agencies, namely Langgam.id, Klikpositif.com, and Harian Singgalang. The research findings revealed the lack of journalist participation in the development of West Sumatra sports tourism due to the lack of relations between West Sumatra journalists and the agencies that oversee sports tourism. Meanwhile, the role of journalists in the development of sports tourism in West Sumatra is as a disseminator of actual and in-depth information to the public about sports and tourism.

Keywords: The Role of Journalists, Development of Sports Tourism, West Sumatra

 

 

PENDAHULUAN

     Indonesia adalah negara yang memiliki bentang alam yang beragam, setiap wilayahnya memiliki keunikan topografi tersendiri. Keunikan yang tentunya memiliki dampak strategis kepada perekonomian nasional salah satu pemanfaaatan bentang alam yang beragam itu dilakukan dengan olahraga. Pemanfaatan pariwisata untuk kegiatan olahraga dikenal dengan olahraga pariwisata. Menurut Suratmin (2018) olahraga pariwisata merupakan wisata melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berolahraga atau memang sengaja untuk mengambil bagian dalam pesta olahraga di suatu tempat atau negara. Sementara itu fungsi olahraga sebagai penopang perekonomian juga tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 Bab II Pasal 4 Poin (C) yang berbunyi: “Keolahragaan berfungsi untuk memperkukuh ketahanan nasional”.  Salah satu pilar dari pariwisata dan olahraga adalah promosi berkelanjutan. Dengan promosi, maka kemungkinan untuk meraih keuntungan perekenomian dari pariwisata dan olahraga semakin terbuka. Komponen penting dari promosi adalah keberadaan jurnalis yang memiliki peran sebagai pemberi informasi yang akan mendatangkan animo masyarakat untuk mendatangi suatu kegiatan olahraga dan pariwisata. Salah satu daerah yang memiliki topografi yang beragam untuk menyelenggarakan event olahraga pariwisata adalah Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat yang memiliki bentang alam yang memadai mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan perbukitan, memungkinkan untuk menarik animo masyarakat ramai untuk berkunjung untuk menyaksikan dan mengenal event-event olahraga pariwisata.

     Untuk memaksimalkan peran jurnalis dalam proses promosi event dan kegiatan olahraga pariwisata dibutuhkan sinergi yang kuat antara instansi terkait baik itu dari internal organisasi perserikatan jurnalis ataupun dengan instansi-instansi olahraga pariwisata. Jurnalis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang pekerjaanya mengumpulkan dan menulis berita baik di media cetak ataupun elektronik. Menurut Maarschal (2019) jurnalis memiliki tiga peran krusial yaitu sebagai sumber dari perkembangan teknologi, penyelesaian masalah dan media pemersatu. Selain itu, dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dijelaskan fungsi jurnalis dan pers adalah: “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial”. Fungsi jurnalis sebagai media informasi terutama di Sumatera Barat belum menyentuh segala aspek termasuk itu mengenai olahraga pariwisata.

     Sumatera Barat yang memiliki topografi yang beragam menjadikan kegiatan olahraga pariwisata kian mendapatkan peluang untuk berkembang. Mengingat, olahraga pariwisata membutuhkan tempat dan bentang alam khusus untuk dilaksanakan. Salah satu kegiatan olahraga pariwisata yang terbilang sukses adalah Tour de Singkarak. Pagelaran Tour de Singkarak pada 2015 menurut data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mendatangkan 550 ribu wisatawan baik itu asing ataupun dalam negeri. Tour de Singkarak hanya satu dari banyaknya potensi event olahraga pariwisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dari event Tour de Singkarak kita juga melihat bagaimana peran strategis media pendongkrak wisatawan berjalan susai dengan apa yang diharapkan.

     Hubungan antara jurnalis dengan perkembangan olahraga Sumatera Barat memiliki keterikatan satu sama lain, menurut Kovach (2006) salah satu peran dari jurnalisme adalah: “Jurnalisme harus berupaya keras untuk membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan”. Pernyataan ini tentunya dapat dipahami sebagai segala hal yang berkaitan dengan informasi baik umum ataupun khsusus merupakan tanggung jawab seorang jurnalis menjadikannya menarik dan relevan dengan kemajuan zaman.

     Terdapat tiga istilah populer dalam dunia pers dan jurnalisme yaitu wartawan, jurnalis, dan reporter. Menurut Yosef (2009) jurnalis atau journalist merupakan sebutan wartawan dalam Bahasa asing, sementara itu wartawan merupakan sebuah profesi yang tugasnya mencari, mengumpulkan, dan menyebarluaskan informasi kepada khalayak, sementara reporter merupakan orang yang berwenang dalam mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi melalui media massa, penggunaan kata reporter lebih cenderung digunakan untuk dunia jurnalistik televisi.

     Al-fandi (2021) menjelaskan tugas utama seorang jurnalis ialah melaporkan berita dan membuat interpretasi serta memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya. Dalam menulis berita wartawan atau harus menyandarkan diri sepenuhnya kepada fakta dilapangan tanpa memasukkan opini pribadi kedalam beritanya. Ini juga diatur dalam kode etik jurnalistik pasal 1 berbunyi: “Wartawan Indonesia bersikap indpenden, menghasilkan berita yang akurat dan tidak beritikad buruk”. Pasal-pasal kode etik jurnalistik hendaknya menjadi pedoman para jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik, sehingga selain memberikan informasi kepada khalayak juga turut membantu mencerdaskan masyarakat.

     Umumnya media berita di Indonesia memiliki mekanisme kerja yang hampir sama dimulai dari pengumpulan ide, rapat redaksi, penyepakatan ide liputan, penugasan kepada wartawan, penulisan berita, pengeditan, dan barulah publish untuk dibaca khalayak ramai. Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, yang membedakan proses dan mekanisme kerja jurnalistik adalah jenis medianya, jika media online tidak terlalu rumit dibandingkan media-media cetak.

     Dalam dunia olahraga, selain memberikan informasi terpercaya kepada khalayak, menurut Wahyudin (2016) tugas seorang jurnalis juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang berperan mampu berperan aktif dalam kontrol dan perbaikan olahraga secara terus menerus. Tentunya, keberfungsian ini memungkinkan jurnalis memasuki semua lini sisi dan bidang keilmuan, tidak hanya berpatok dalam satu bidang saja.

     Olahraga pariwisata di Sumbar memiliki spot-spot yang menarik untuk diikuti mulai dari paralayang, sepeda, arung jeram, gantole, dan olahraga air yang pastinya menyimpan daya tarik pengunjung. Olahraga pariwisata merupakan salah satu unit atau cabang olahraga yang tidak hanya memiliki dampak pembinaan namun juga perekonomian pada suatu daerah. Hubungan olahraga dan pariwisata tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Olahraga sebagai cabang keilmuan dan pariwisata sebagai sumber perekonomian memunngkinkan untuk menyerap banyak pengunjung berdatangan. Hal ini juga akan bertambah baik jika didukung dengan promosi yang berkelanjutan melalui elemen lainnya yaitu kegiatan jurnalistik oleh para jurnalis.

     Memasuki era disrupsi informasi kerja-kerja jurnalitik yang dijalankan jurnalis menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan persaingan bukan hanya berasal dari antar perusahaan berita namun merambah dalam kanal-kanal media sosial. Menurut Hasfi (2009) tantangan jurnalis di era globaliasasi informasi identik dengan persaingan mainstream media dengan new media dalam hal ini media online. Pihak yang merasakan dampak yang cukup besar dengan kehadiran media online tentunya media-media tradisonal yang masih berpijak pada karya jadi seperti koran.

     Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di Padang ekspres dan Langgam.id Mei 2023 lalu maka terdapat kecenderungan pilihan pembaca terhadap perkembangan olahraga olahraga dan pariwisata perlahan beralih kepada konten-konten media sosial, namun hal ini juga berdampak tidak sehat untuk masyarakat awam dalam menerima informasi karena informasi yang ditampilkan hanya setengah-setengah dan tidak mendalam. Untuk itu, disinilah peneliti ingin melihat sejauh mana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata.

 

METODE PENELITIAN

     Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif. Peneletian kualitatif merupakan penelitian yang mengkaji fenomena-fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku, persepsi, tindakan, motivisa, dan lain-lain. Penelitian kualitatif juga erat kaitannya dengan data-data deskiptif yang didapat melalui serangkaian wawancara dengan subjek penelitian. Dengan menggunakan penelitian kualitatif nantinya diharapkan dapat menampilkan fakta-fakta komprehensif tentang bagaimana peran jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata Sumatera Barat. Subjek penelitian adalah wartawan di tiga media berbeda (Langgam.id, Klikposititf.com dan Harian Singgalang).

 

HASIL PENELITIAN

  1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
  2. com

     Klikpositif.com merupakan perusahaan berita yang didirikan pada 18 Maret 2013 dengan tiga orang pencetus utama yaitu Andika Destika Khagen, Erinaldi, dan Raffi  dengan pemilik saham secara bersama oleh Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP). Klikpositif.com beralamat di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang Lantai II Indarung, Kota Padang. Media Klikpositif.com tercatat sudah terverifikasi oleh dewan pers pada 29 Maret 2019 lalu. Klikpositif.com merupakan unit usaha dibawah naungan PT Klikpositif Media Siber, holding perusahaan dibawah naungan PT Radio Gema Karang Putih. Media daring dengan mengambil tagline utama “Media generasi positif” ini menyajikan informasi kepada khalayak melalui serangkaian kroscek yang ketat sebelum menyampaikan informasi tersebut.

     Dalam portal berita Klikpositif.com menyajikan delapan rubrik utama diantaranya (news, ekonomi, life, pariwisata, semen padang, bola, tekno, olahraga, dan pariwara). Saat ini jurnalis klik positif tersebar di enam penempatan lokasi berbeda sebagai berikut: (Haswandi: Bukittinggi), (Hatta Rizal: Bukittinggi dan Agam), (Syafriadi: Kabupaten dan Kota Solok), (Joni Abdul Kasir, M. Haikal, Fitria Marlina, Ocky Anugrah Mahesa: Kota Padang), (Kiki Julnasri: Pesisir Selatan), (Kamisrial: Solok Selatan).

 

 

 

  1. id

     Langgam.id pertama kali resmi mengudara pada 7 Januari 2019, diinisiasikan oleh empat orang pendiri utama yaitu Andri El-faruqi sebagai direktur, Hendra Makmur dan Yose Hendra di redaksi serta Heri Faisal dibagian bisnis dan promosi. Empat orang pendiri yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik ini, kemudian, menyepakati kata Langgam sebagai nama media. Makna dari kata Langgam sendiri berarti cara, gaya dan model nama ini dinilai cocok untuk merepresentasikan cara dari langgam.id dalam menariskan kearifan lokal dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik. Mengambil tagline “Referensi urang awak”. Langgam.id diharapkan menjadi bahan bacaan dan referensi utama khususnya untuk masyarakat Sumatera Barat.

     Sebagai media yang tegolong baru, Langgam juga terbilang mampu bersaing dengan cepat dengan media online yang sudah dahulu mengudara. Dalam release yang dikeluarkan alexa yang merupakan lembaga survey peringkat media siber di dunia. Langgam.id pernah menempati urutan pertama sebagai media dengan jumlah pembaca tertinggi di Sumbar tepatnya pada 2020.

     Kantor redaksi langgam.id mulanya berada di Komplek Cendana Andalas, Jalan Beo No 1 RT 02 RW 01, Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dikarenakan satu dan lain hal, pada 1 Agustus 2020 Kantor Redaksi langgam.id resmi berpindah ke Jalan Batang Naras No. 4, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat sampai sekarang.

     Logo Langgam.id menonjolkan huruf ‘G’ sebagai identitas memiliki ujung seperti pena, yang merepresentasikan kegiatan tulis-menulis yang menjadi nadi dari kegiatan kewartawanan, sementara simbol itiak pulang patang dibagian bawah huruf G memiliki makna langgam.id menjadi pelepas rindu bagi segenap perantau dan langgam.id adalah bahan bacaan pelepas rindu itu.

 

  1. Harian Singgalang

     Harian Singgalang merupakan surat kabar cetak yang berbasis di Kota Padang Sumatera Barat, Singgalang mengawali terbitan perdananya pada 18 Desember 1968 dengan mulanya empat halaman sekali seminggu. Dipelopori oleh empat orang sekawan Nasrul Siddik, Nazif Basir, Salius, dan Basril Djabar, nama Singgalang sendiri, diambil dari nama gunung di Kabupaten Agam Sumatera Barat yakninya Gunung Singgalang. Awalnya Singgalang cetak dibawah naungan Letter Press di NV Nusantara Bukittinggi (sekarang percetakan Garfika Unit II), Singgalang terbilang sukses merangsek dan merangkul minat pembaca terhadap sajian yang tak hanya khas namun juga menggeletik. Pada 27 April 1970 melalui izin Menteri Penerangan NC.0682/PERS/SK/DIR PP/SIT/1970. Harian Singgalang resmi terbit dengan format dua kali seminggu yaitu setiap Rabu dan Sabtu.

     Kantor percetakan, redaksi dan usaha yang berada di dua tempat (Padang dan Bukittinggi) tak mematahkan semangat yang dibangun oleh segenap kru Singgalang, perkembangan pesat Singgalang pernah mencapai top oplah 45.000 eksemplar, sukses yang mengantarkan Harian Singgalang untuk memantapkan kantor redaksi, usaha, dan percetakan hanya di satu tempat saja. Percetakan yang mulanya berada di Bukittinggi sekarang berada di Padang (Jalan Veteran No.17 Padang) dengan percetakan dibawah naungan PT Genta Singgalang Press (GSP) sehingga mempercepat proses sirkulasi koran. Kemajuan Singgalang yang mulanya adalah koran mingguan berubah menjadi koran yang terbit harian, yang mulanya hanya empat halaman saja sekarang sudah konsisten dengan 16 halaman atau lebih tergantung dari seberapa banyak iklan yang masuk. Rubrik-rubrik yang ada di Harian Singgalang diantaranya (Info Utama, Opini, Daerah, Sport, Wisata, Politik dan Hukum Hukum, Advertorial).

 

  1. Hasil Penelitian
  2. Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata Sumatera Barat

     Merangkum dari wawancara enam jurnalis dari tiga media berbeda (Langgam.id, Klikpositif.com, dan Harian Singgalang). Enam jurnalis itu adalah:

NAMA

PERUSAHAAN

JABATAN

Andri Elfaruqi

Langgam.id

Direktur

Yose Hendra

Langgam.id

Pemimpin Redaksi

Andika Destika Khagen

Klikpositif.com

Pemimpin Redaksi

M. Haikal

Klikpositif.com

Redaktur

Gusnaldi Saman

Harian Singgalang

Redaktur Pelaksana

Dede Amri

Harian Singgalang

Redaktur Olahraga

 

     Menurut jurnalis dan juga pemimpin redaksi Langgam.id Yose Hendra, jurnalis memiliki peran sebagai penyampai dan platform informasi aktual kepada publik, selain itu jurnalis memiliki peranan sebagai kontrol sosial. Hal serupa juga dipaparkan oleh M. Haikal redaktur Klikpositif.com, jurnalis memiliki peranan dalam penyebarluasan informasi baik itu olahraga ataupun secara umum, perbedaan jurnalis dengan akun-akun medsos ataupun humas terdapat pada keluwesan dan akses kepada narasumber yang tidak didapat oleh akun medsos ataupun humas jadi, semakin luwes wartawan dalam menggali narasumber maka semakin baiklah nilai berita tersebut.

     Menurut Dede Amri redaktur olahraga Harian Singgalang, peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata memiliki peranan dalam menyebarluaskan informasi kepada khlayak luas baik dalam atau luar negeri, dan juga berperan sebagai promosi wisata terutama dalam hal penyebarluasan informasi olahraga pariwisata selain itu keberadaan jurnalis ditengah-tengah masyarakat bukan hanya membantu dalam mendapatkan informasi, juga bisa mempengaruhi keberlangsungan kehidupan mereka, misalnya: pemberitaan tentang kehidupan anak kurang mampu, yang dirangkum dalam pemberitaan bisa mendorong bantuan dari pemerintah terkait dalam membantu perekonomian.

     Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi memandang peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata sebagai wadah untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang biasanya juga menjadi tempat event suatu olahraga pariwisata dilaksanakan, karena biasanya, dalam hal pemberitaan, jurnalis juga dituntut untuk mengambil sisi lain dari sebuah event apakah itu human interest, ataupun hal-hal unik yang didapatkan ketika liputan.

     Redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman mengungkapkan bahwa peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga pariwisata cukup penting ditengah banyaknya informasi dari berbagai sisi. Gusnaldi berpandangan selain juga sebagai publikasi, jurnalis juga bisa memainkan peranan sebagai penghimbau orang ramai untuk mengetahui event-event olahraga pariwisata melalui beritanya dengan tidak hanya berfokus pada satu angle saja, mengingat, olahraga pariwisata sangat membutuhkan promosi yang intens dan berkelanjutan agar tujuan awal memperkenalkan olahraga pariwisata ke masyarakat awam bisa tersampaikan dengan cermat dan faktual.

 

  1. Tantangan Jurnalis

     Jurnalis merupakan orang yang memiliki tanggung jawab moral dalam berita yang beredar dibaca oleh masyarakat luas. Dewasa ini peranan jurnalis mulai terkikis oleh banyaknya platform lain seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). Selain itu menjamurnya akun medsos yang menyalin pemberitaan dari web resmi sebuah perusahaan berita yang justru memberikan keuntungan sepihak kepada satu akun medsos saja. Menurut Direktur Langgam.id Andri Elfaruqi hal semacam ini adalah lazim yang terjadi dalam industri media, namun, yang harus dicatat adalah bagaimana etika hak kekayaan intelektual yang harus juga dipahami oleh admin media sosial, bahwa pemberitaan yang dikutip dari sebuah perusahaan berita harusnya mencantumkan sumber sebagai kredit terhadap jurnalis dan perusahaan berita terkait.

     Tantangan lain yang dihadapi jurnalis adalah jurnalisme warga, dengan artian semua orang bisa menjadi jurnalis. Dalam hal ini Andri, menjelaskan bahwa seorang jurnalis baru dikatakan professional jika sudah melewati serangkaian tes, mulai dari tes tulis, psikotes, wawancara dan juga toefl, agar mendapatkan sertifikasi sebagai wartawan professional. Tantangan dari menjamurnya jurnalisme warga dan konten kreator digital, Andri mejelaskan produk jurnalistik yang baik adalah selalu mengedepankan akurasi dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik, sementara konten kreator hanya memaparkan isi luarnya saja tanpa menelusuri lebih dalam.

     Sementara itu pemimpin redaksi Klikpositif.com Andika Destika Khagen, menjelaskan perbedaan perusahaan berita dengan blogger terdapat pada perlindungan hukum, perusahaan berita yang dikategorikan dalam produk jurnalistik, memiliki perlindungan hukum UU. No 40 Tahun 1999, dan apabila ada permasalahn menyangkut pemberitaan, maka penyelesaiaanya melalui serangkaian tata cara pers melalui hak jawab dan hak tolak, dari pihak terkait. Sementara, blogger akan diproses melalui UU ITE tanpa melalui proses-proses pers.

     Menurut M. Haikal redaktur Klikpositif.com keberadaan konten kreator di media sosial tidak boleh dijadikan musuh untuk jurnalis, sebaiknya perusahaan berita juga memiliki daya saing dengan memunculkan konten kreatornya sendiri dari perusahaan, sehingga jurnalis tidak mengganggap keberadaan konten kreator sebagai suatu ancaman.

     Gusnaldi Saman redaktur pelaksana Harian Singgalang menjelaskan hal esensial yang paling membedakan antara pemberitaan olahraga dan pariwisata di media sosial dan berita yang ditulis jurnalis adalah konfirmasi kepada narasumber, banyak akun hanya meberitakan sepotong-potong dan hanya mendeskripsikan kegiatan saja, namun seorang jurnalis akan memiliki daya intelegen yang lebih luas dengan konfirmasi melalui kepada narasumber, yang tidak didapatkan oleh akun-akun media sosial. Sementara itu, menurut Gusnaldi, dalam proses peliputan olahraga pariwisata secara umum tidak ada kendala berarti, selain kendala teknis yang biasa terjadi misalnya susah mencari narasumber, kehilangan momen pas acara, dan kendala teknis lainnya.

 

  1. Penyebab Minimnya Pemberitaan Olahraga di Sumatera Barat

     Menurut redaktur pelaksana Harian Singgalang Gusnaldi Saman, salah satu penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah karena olahraga pariwisata merupakan event tahunan atau bulanan saja, dan hanya beberapa media yang meliput atau menjadi media partner dalam sebuah liputan olahraga pariwisata, sehingga promosi dan pengetahuan masyarakat tentang apa itu olahraga pariwisata minim.

     Menurut Andhika Destika Khagen pemimpin redaksi Klikpositif.com salah satu yang menjadi penyebab minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat adalah sifat alamiah yang terdapat pada industri media itu sendiri, karena berita-berita yang diliput wartawan berdasarkan traffic dari pembaca, semakin banyak pembaca maka semakin baiklah finansial perusahaan sebuah media online, sementara, olahraga pariwisata hanya akan menemukan pasarnya kepada kalangan tertentu saja.

     Redaktur olahraga Harian Singgalang Dede Amri menjelaskan proses pembuatan dan peliputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dilakukan atas dasar kerjasama dan undangan oleh instansi olahraga terkait, sementara itu untuk ongkos liputan akan disesuaikan dengan kesepakatan awal kedua belah pihak.

 

KESIMPULAN

     Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Peranan jurnalis terhadap perkembangan olahraga Sumatera Barat adalah berperan dalam pemberi informasi yang aktual dan terfaktual kepada khalayak khususnya masyarakat Sumatera Barat. Sementara itu perbedaan pemberitaan jurnalis dengan akun-akun official atau humas adalah bagaimana keluwesan dan informasi yang mendalam didapat dari narasumber, selain itu jurnalis juga berperan dalam mengambil sisi-sisi lain untuk dijadikan berita dalam suatu event olahraga pariwisata di sumatera Barat, sehingga pemberitaan yang dipublish bisa menarik minat masyarakat mendatangi tempat tersebut yang bermuara pada terbantunya perekonomian UMKM yang ada di sekitar event olahraga pariwisata.
  2. Minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sifat event olahraga pariwisata yang tidak terjadi dalam waktu yang panjang, seperti kompetisi olahraga lainnya, selain itu minimnya pemberitaan olahraga pariwisata di Sumatera Barat dipengaruhi oleh sifat alamiah sebuah industri media yang akan secara alami melirik traffic pembaca sementara event olahraga pariwisata hanya mendorong traffic pembaca yang sedikit.
  3. Kendala yang dihadapi jurnalis saat liputan olahraga pariwisata di Sumatera Barat lebih mengacu kepada masalah teknis, dan tantangan yang dihadapi jurnalis diantaranya tantangan kemajuan teknologi dan bagaimana adaptasi jurnalis menyikapi kemajuan teknologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-fandi, Haryanto.2021. Pengantar Jurnalistik. Yogyakarta: BILDUNG

Hasfi, Nurul.2009. Tantangan Jurnalis di Era Globalisasi Informasi. Jurnal Undip

Kovach, Bill.2006. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau

Marschaal, Bima.2019. Peran Jurnalis Industri 4.0. Sukabumi: CV Jejak

Suratmin. 2018. Pengantar Olahraga Rekreasi dan Pariwisata. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11, 2022. Tentang Keolahragaan. Jakarta: Departemen Pemuda dan Olahraga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40, 1999. Tentang Pers. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Wahyudin.2016. Pengantar Jurnalistik Olahraga. Makassar: Universitas Negeri Makassar

Yosef, Jani.2009. To Be A Journalist. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Downloads

Published

2025-12-16

How to Cite

Warisman Putra, R., Sazeli Rifki, M. ., Susanto, N., & Nelson, S. (2025). Peran Jurnalis Terhadap Perkembangan Olahraga Pariwisata Sumatera Barat. Jurnal IKEOR, 3(No. 5). https://doi.org/10.24036/ikeor.v3iNo. 5.227

Most read articles by the same author(s)