Analisis Kemampuan Motorik Anak Sekolah Berdasarkan Status Gizi Di Dusun Salappa Di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai
DOI:
https://doi.org/10.24036/ikeor.v4i2.791Keywords:
Keterampilan Motorik, Status Gizi, Sekolah DasarAbstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan motorik, status gizi, serta hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik anak sekolah dasar di Dusun Salappa, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD negeri 23 Muntei sebanyak 70 orang, dengan sampel sebanyak 36 siswa kelas IV, V, dan VI yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta tes kemampuan motorik yang, yang meliputi lempar bola, lari cepat, passing bola, dan lompat jauh tanpa awalan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemmapuan motorik siswa secara umum berada pada kategori cukup (44,4%), dengan sebagian siswa berada pada kategori baik (25%) dan kurang (25%). Status gizi siswa sebagian besar berada pada kategori normal (80,6%), dengan sebagian kecil berada pada ketegori gizi kurang (8,3%), gizi lebih (8,3%), dan obesitas (2,8%). Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan varian data homogen, hasil uji korelasi diperoleh nilai koefisien sebesar 0,42 dengan signifikan 0,011 (<0,05), ang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara status gizi dengan kemampuan motorik.
Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik status gizi siswa, makin baik pula kemampuan motoriknya. Oleh karena itu, diperlukan perhatian terhadap pemenuhan gizi seimbang serta peningkatan aktifitas fisik guna mendukung perhatian terhadap pemenuhan gizi seimbang serta peningkatan aktivitas fisik guna mendukung perkembangan motorik anak secara optimal.

