Analisis Mulai Ditinggalkannya Permainan Tradisional Di Masyarakat

Authors

  • Imam Zulyan Putra Universitas Negeri Padang
  • nuridin widya pranoto universitas negeri padang
  • Alimuddin universitas negeri padang
  • Donal Syafrianto universitas negeri padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/ikeor.v4iNo.1.655

Keywords:

Permainan tradisional, kemajuan teknologi, keterbatasan waktu bermain, prasarana bermain, peran orang tua

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab mulai ditinggalkannya permainan tradisional di masyarakat, dengan fokus pada empat faktor utama: kemajuan teknologi, prasarana bermain, waktu bermain, dan peran orang tua. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei angket terhadap 88 siswa SMPN 3 Taluk Kuantan, Riau, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemajuan teknologi menjadi faktor dominan (44% responden kategori sedang, 30% tinggi, 2% sangat tinggi) karena permainan tradisional dianggap kurang menarik dibandingkan gim digital; (2) Ketersediaan prasarana bermain yang terbatas memengaruhi minat (33% responden kategori sedang, 16% tinggi, 3% sangat tinggi); (3) Keterbatasan waktu bermain akibat kesibukan akademik/orang tua (34% kategori sedang dan 34% tinggi 1% sangat tinggi); (4) Peran orang tua yang protektif (43% kategori sedang, 16% tinggi) turut mengurangi interaksi anak dengan permainan tradisional. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pelestarian yang adaptif, seperti integrasi permainan tradisional dalam pendidikan dan kampanye kesadaran bagi orang tua.

Kata Kunci : Permainan tradisional, kemajuan teknologi, keterbatasan waktu bermain, prasarana bermain, peran orang tua

 

Abstract:

This study aims to analyze the causes of the decline in traditional games in society, focusing on four main factors: technological advancement, play infrastructure, playtime availability, and parental roles. A quantitative descriptive approach was employed through a questionnaire survey of 88 students at SMPN 3 Taluk Kuantan, Riau, selected via accidental sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and presented in frequency distribution tables and histograms. Key findings include: (1) Technological advancement is the dominant factor (44% moderate scores, 30% high scores, 2% very high scores) as traditional games are perceived as less engaging than digital alternatives; (2) Limited play infrastructure affects interest (33% moderate scores, 16% high scores, 3% very high scores); (3) Time constraints due to academic/parental busyness (34% moderate scores, 34% high scores, 1% very high scores); (4) Overprotective parenting (43% moderate scores , 16% high scores) reduces children’s interaction with traditional games. The study highlights the need for adaptive preservation strategies, such as integrating traditional games into education and awareness campaigns for parents.

Keywords: Traditional games, technological advancement, play infrastructure, time constrant, parental role

Downloads

Published

2026-02-01

How to Cite

Zulyan Putra, I., nuridin widya pranoto, Alimuddin, & Donal Syafrianto. (2026). Analisis Mulai Ditinggalkannya Permainan Tradisional Di Masyarakat. Jurnal IKEOR, 4(No.1). https://doi.org/10.24036/ikeor.v4iNo.1.655

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>