ANALISIS INDEKS MASSA TUBUH DAN VO2 MAX PEMAIN SEKOLAH SEPAK BOLA ANAK BANGSA
DOI:
https://doi.org/10.24036/ikeor.v4i2.761Abstract
Abstrak
Sepak bola merupakan cabang olahraga yang memiliki tingkat popularitas tinggi dan diminati secara luas di Indonesia, khususnya dikalangan anak-anak dan remaja. Indeks Massa Tubuh (IMT) dimanfaatkan sebagai indikator utama dalam mengevaluasi status gizi serta proporsi tubuh ideal bagi atlet. Ketidakseimbangan status gizi, baik dalam bentuk kelebihan maupun kekurangan berat badan, berpotensi memberikan dampak negatif terhadap daya tahan fisik serta meningkatkan risiko terjadinya cedera pada pemain. Selain itu, VO₂ Max berperan penting dalam mendukung daya tahan serta performa saat bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Indeks Massa Tubuh dan VO₂ Max pemain Sekolah Sepak Bola Anak Bangsa Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di lapangan SSB Anak Bangsa Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain Sekolah Sepak Bola Anak Bangsa Kota Padang kelompok usia U-15 yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian untuk menilai status gizi menggunakan IMT, sedangkan pengukuran VO₂ Max dilakukan melalui Yo-Yo Intermittent Recovery Test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik distribusi frekuensi yang disertai perhitungan persentase serta penyajian dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel, sebanyak 5 orang (25,0%) berada pada kategori IMT kurus, 9 orang (45,0%) berada pada kategori normal, dan 6 orang (30,0%) termasuk dalam kategori overweight, serta tidak ditemukan sampel yang berada pada kategori sangat kurus maupun obesitas tingkat I, II, dan III. Sementara itu, berdasarkan hasil pengukuran VO₂ Max, sebanyak 14 orang (70,0%) berada pada kategori rendah dan 6 orang (30,0%) pada kategori sedang, serta tidak terdapat sampel yang termasuk dalam kategori sangat rendah, baik, sangat baik, maupun elite. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Indeks Massa Tubuh responden secara umum berada pada kategori normal, sedangkan tingkat VO₂ Max pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Anak Bangsa Kota Padang tergolong rendah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada pelatih Sekolah Sepak Bola Anak Bangsa Kota Padang untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara beban latihan, status gizi, dan kondisi fisik pemain, khususnya terkait IMT dan VO₂ Max, sehingga program latihan yang diterapkan dapat berjalan secara lebih efektif dan aman.
Kata Kunci: indeks massa tubuh, VO2 max, Atlet SSB

